Showing posts with label Pengantar teknologi. Show all posts

Makalah Media Transmisi Komunikasi Data (Nirkabel)

TUGAS
MAKALAH
JENIS MEDIA TRANSMISI KOMUNIKASI DATA
(NIRKABEL)
Dosen : Farida Nur Aini, S.T.,M.T
 







                                                                                                                                     


Disusun Oleh :
Nama: Pomo Heri Santoso
Nim: 17240001
Prodi: Manajemen Informatika




UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2017/2018

PENGERTIAN MEDIA TANPA KABEL

Media transmisi tanpa kabel merupakan komunikasi data dalam jaringan komputer yang tidak memanfaatkan kabel sebagai media transmisi, melainkan berupa gelombang elektromagnetik. Jaringan tanpa kabel ini memberikan keunggulan kepada pemakai untuk dapat mengakses setiap saat di mana pun berada. Sedangkan kekurangannya adalah kemampuan transfer data lebih kecil dibandingkan dengan jaringan kabel.
.




JENIS-JENIS MEDIA TRANSMISI NIRKABEL

1.     Gelombang Radio
adalah jaringan transmisi yang menghubungkan perangkat terminal pelanggan dengan sentral lokal menggunakan media radio. Radio dapat digunakan pada sebagian atau keseluruhan jaringan.
Fungsi-fungsi struktur jaringan  radio :


·         BTS (Base Transceiver Station) : Menjebatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan
·         BSC (Base Station Controller) : Mengontrol beberapa BTS mengenai alokasi jaringan radio
·         MSC (Mobile Switching Center) : Jantung dari jaringan GSM yang menangani BSC
·         HLR : Data base besar yang menyimpan data pelanggan
·         MS (Mobile Station) : Perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan

Kelebihan Jar
ingan gelombang radio :

·         Pembangunan jaringan lebih cepat. 
·         Mudah disesuaikan terhadap perubahan lokasi calon pelanggan. 
·         Pengembangan jaringan untuk memenuhi peningkatan demand relatif lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. 
·         Dimungkinkan untuk melayani pelanggan didaerah yang terpencil/sulit dijangkau. 

Kekurangan Jar
ingan gelombang radio :

·         Terputusnya hubungan yang sedang berlangsung akibat propagasi tidak sempurna. 
·         Kemampuan menyalurkan voice band data/fax rendah. 
·         Harus disediakan catuan khusus untuk pesawat terminal radio pelanggan. 



Cara kerja gelombang radio
                   Gelombang radio dibawa oleh atau dipancarkan oleh gelombang pembawa, gelombang radio dipantulkan oleh lapisan udara dibagian atmosphere bumi, tepatnya pada lapisan ionosfer. Pada lapisan inilah gelombang radio dipantulkan kembali ke bumi dan ditangkap oleh menara penerima sinyal. Sehingga tidak heran jarak jangkauan gelombang radio amat jauh sekali, bahkan sampai ke luar angkasa sekalipun. Saat ini penggunaan radio secara langsung memang sudah agak berkurang karena adanya perangkat teknologi lain yang lebih canggih, namun sebenarnya secara tidak langsung teknologi komunikasi tersebut masih menggunakan teknologi gelombang radio.

2.        SATELIT



           Satelit adalah suatu Station Relay atau Repeater gelombang microwave yang diorbitkan di angkasa, berfungsi untuk menerima, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan bidang frekuensi tertentu dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke bidang frekuensi yang berbeda. Satelit memerlukan orbit Geo-stationary, tinggi 35,784 km. Selain itu ada juga yang menggunakan orbit Geosynchronus, sebagaimana yang digunakan oleh satelit Intelsat dan Palapa. (William Stallings, Data and Computer Communications 7th Edition).



 KELEBIHAN MEDIA TRANSMISI SATELIT
  • Cakupan yang luas. Bisa satu Negara, satu wilayah, satu daerah ataupun satu benua,
  • Bandwith yang tersedia cukup lebar,
  • Independen dari infrastruktur terrestrial,
  • Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat
  • Biaya relative rendah per-site
  • Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi.
  • VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
  • Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
  • Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
KELEMAHAN MEDIA TRANSMISI SATELIT
  • Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  • Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.
  • Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal.
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya.

CARA KERJA SATELIT

Tahapan-tahapan dalam cara kerja satelit dibagi menjadi tiga tahapan yaitu, tahap pertama satelit menerima sebuah sinyal yang kemudian pada tahap kedua satelit akan memperbesar sinyal tersebut. lalu pada tahap terakhir, sinyal tersebut dikembalikan kebumi dan diterima oleh beberapa stasiun yang ada di bumi. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Untuk menciptakan jaringan seperti ini satelit menggunakan transponders yang dapat menyalurkan pesan dua arah. Antena satelit merupakan factor penting yang dapat mempengaruhi jaringan komunikasi satelit. Sedangkan transmisinya difokuskan pada wilayahwilayah yang spesifik di bumi. Area penerimaan ini disebut juga dengan nama foot print, dan dapat bervariasi, tergantung pada aplikasi satelit.
Kapasitas informasi satelit memiliki keterbatasan dengan factor yang berbeda-beda, termasuk angka transponder dan permintaan kekuatan untuk sistem transmisi. Yakni c-band dan ku-band. Pada transmisi satelit c-band hanya menyalurkan 4/6 GHZ, sedangkan ku-band lebih banyak dioperasikan karena memiliki jangkauan 12/14 GHZ. Ku-band lebih menguntungkan dibandingkan dengan c-band yang memiliki keterbatasan dalam kekuatan untuk menghindari gangguan dengan terrestrial microwave system. Ku-band tidak memiliki keterbatasan seperti itu dan kekuatan downlinknya pun dapat ditingkatkan.

3.     MIKROGELOMBANG

Gelombang mikro atau microgelombang adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi, yaitu diatas 3 GHz. Gelombang ini tidak dapat dilihat mata kita karena panjang gelombangnya (walaupun sangat kecil dibanding gelombang radio) jauh lebih besar dari panjang gelombang cahaya (di luar spektrum sinar tampak).
              Transmisi gelombang mikro memiliki jangkauan yang pendek, sehingga jika digunakan dalam hubungan jarak jauh, diperlukan banyak stasiun repeater (pengulang). Repeater adalah perangkat elektronik yang menerima sinyal dan mentransmisikan kembali itu pada tingkat yang lebih tinggi atau kekuatan yang lebih tinggi, atau ke sisi lain dari suatu halangan, sehingga sinyal dapat menutupi jarak yang lebih jauh.

Jenis-jenis transmisi Microwave :

1)    Terrestrial Microwave
Pada teknik ini menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi.Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 Ghz dan 21-23 Ghz.
2)    Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya.Tiap-tiap stasiun menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit.Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda.Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 Ghz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.

Cara kerja microgelombang (microwave)
               Di dalam setiap microwave terdapat sebuah magnetron. Magnetron adalah sejenis tabung hampa penghasil gelombang mikro. Fungsi magnetron adalah memancarkan gelombang mikro ke dalam microwave. Pada awalnya magnetron dirancang untuk penggunaan radar. Ya, memang betul gelombang mikro yang digunakan sama dengan gelombang yang digunakan di dunia telekomunikasi seperti radar Microwave oven yang sekarang beredar dipasaran sangat banyak bentuknya. Teknologi yang digunakan juga sudah semakin beragam.
4.        INFRAMERAH





Inframerah (infra red) ialah sinar elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah.

Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.
Kelebihan Infrared
1.                  Mudah dalam konfigurasinya.
2.                  Proses transfer file yang mudah, karena tidak perlu memerlukan sinyal dalan proses transmisinya.
3.                  Sangat praktis dipakai dalam transfer data yang berkapasitas kecil.

Kelemahan Infrared
1.                  Jarak transfer yang relatif dekat (tidak dapat dilakukan pada jarak yang cukup jauh).
2.                  Posisi transfer harus tegak lurus. Jika sedikit keluar dari drajat lurus maka koneksi aka hilang (putus).
3.                  Transfer data relatif lama.
4.                  Keamanan data saat proses transfer sangat kurang.
5.                  Teknologi yang tertinggal karena infrared sudah jarang digunakan.















DAFTAR PUSTAKA



Tutorial Melihat Spesifikasi Komputer


Sistem Pengolah Data


TUGAS
MAKALAH
SISTEM PENGOLAH DATA
Dosen : Farida Nur Aini, S.T.,M.T

 






                                                                                                             



Disusun Oleh :
Nama: Pomo Heri Santoso
Nim: 17240001
Prodi: Manajemen Informatika





UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2017/2018
SSITEM PENGOLAH DATA


A.    Deskripsi Singkat
         Bab ini akan mengemukakan tentang konsep pengolahan data yang terdiri dari pengertian pengolahan data, siklus pengolahan data dan data base/basis dat.
         Processing (proses tunda) dan Immediate Processing (proses segera). Selama 10 tahun pertama pada era komputer, atau sekitar masa itu, perusahaan hanya menerapkan komputer untuk aplikasi akuntansi mereka. Aktivitas ini disebut pengolahan data.
         Sejak pengolahan komputer menjadi lebih canggih, ada aplikasi yang disertakan, yaitu MIS, DSS, office automation, dan expert system. Namun demikian, pengolahan data masih merupakan aplikasi popular, yang mengkonsumsi waktu pengolahan paling banyak dari yang diberikan olehkomputer bisnis.
          Yang paling dipentingkan adalah bahwa pengolahan data dapat memberikan data kepada gudang sehingga dapat digunakan oleh bagian lain, yang hal ini merupakan aplikasi yang berorientasi informasi. 

B.     Definisi Pengolahan Data
            Pengolahan data (data processing) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi.
            Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.
            Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
           Jadi dari penjabaran  diatas kita dapat menyimpulkan bahwa Pengolahan data adalah pengubahan atau manipulasi data untuk tujuan peningkatan kegunaannya sesuai dengan kebutuhan.

C.    Tujuan Pengolahan Data
          Tujuan pengolahan data adalah untuk Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan dan menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan.

D.    Siklus Pengolahan Data
                     Suatu proses pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar, yang disebut dengan siklus    pengolahan data (data processing cycle), yaitu input, processing dan output.  Tiga tahap dasar dari siklus pengolahan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.
                     Siklus pengolahan data yang dikembangkan dapat ditambahkan tiga atau lebih tahapan lagi, yaitu origination, storage dan distribution. 
E.     Siklus Pengolahan Data Lanjut
         Siklus Pengolahan data lanjut meliputi :
Origination. Proses pengumpulan data original à sumber dokumen. Contoh : berkas tes mahasiswa yang telah diberi nilai
Input . Proses memasukkan data ke dalam sistem komputer
Processing. Proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan
Output. Menghasilkan output berupa informasi hasil pengolahan.
Distribution. Proses dari distribusi output hasil pengolahan kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi. à dokumen laporan. Contoh : dokumen daftar nilai dari dosen yang diserahkan ke BAAK. Dokumen laporan dapat menjadi dokumen sumber untuk pengolahan data berikutnya
Storage. Proses perekaman hasil pengolahan ke alat penyimpan (storage device) dan dapat dipergunakan kembali sebagai input untuk proses selanjutnya.
F.     Pemrosesan Data Berbasis Berkas
         Kegiatan pemrosesan data suatu aplikasi dilaksanakan oleh bagian yang terkait dengan aplikasi tersebut . Suatu aplikasi terdiri atas sekumpulan program aplikasi, file data, dan prosedur yang mengerjakan suatu proses atau fungsi

 



G.    TUGAS PENGOLAHAN DATA
Tanpa memandang apakah system pengolahan data perupa manual, key driven computer atau kombinasi ada empat tugas dasar yang dilakukan:
pengumpulan data
     sepanjang perusahaan memberikan barang dan jasa dan kepala lingkunganya,     tiap tindakannya ini digambarkan dalam record data. Jika tindakan tersebut melibatkan elemen lingkungan, hal ini disebut transaksi.
  – pengubahan data
    diperlukan untuk mengubah data untuk mentranformasikannya menjadi format yang dapat digunakan. Operasi pengubahan data mencakup :
pengklasifikasian. Elemen data dimasukan ke dalam record untuk digunakan sebagai kode untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan record.
Penyortiran. Record disusun dalam urutan tertentu berdasarkan pada kode atau elemen data yang lain. Sebagai contoh, file record penggajian disusun sedemikan rupa sehingga semua record untuk tiap karyawan dapat dijadikan satu dan record untuk tiap karyawan berada dalam urutan menurut tanggal.
Penkalkulasian. Operasi aritmatika dan logika dilakukan pada elemen data yang menghasilkan elemen data tambahan. Sebagai contoh, dalam system penggajian, biaya perjam, dikalikan jumlah jam kerja untuk ,menghasilkan pendapatan kotor.
Perekapitulasian. Ada banyak data yang perlu disinteesis atau dipersingkat menjadi bentuk total dan subtotal.
penyimpanan data
pada perusahaan kecil, ada ratusan transaksi dan tindakan tiap harinya sedangkan di perusahan yang lebih besar, mungkin saja ada ribuan. Epson, misalnya, menyatakan bahwa tiap sepuluh detik, salah satu dari pelanggannya memasang atau menginstal computer atau printer Epson.
Pembuatan dokumen System pengolahan data menghasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik yang berada dijdalam atau diluar perusahan.
Sifat pengolahan data Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan aplikasi computer lain.
System pengolahan data :
a. menjalankan tugas penting
b. mengikuti prosedur standar secara relative
c. mendapatkan data yang lengkap.
d. Mempunyai focus historisa yang palin utama
H.  HIRARKI DATA
• File yaitu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan subyek tertentu.
• Catatan adalah elemen data yang berhubungan dengan obyek tertentu.
• Elemen data yaitu unit data terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti. Manajemen data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa sumber daya data perusahaan akurat , mutakhir , aman dari gangguan yang tersedia bagi pemakai. Kegiatan manajemen data mencakup :
• Pengumpulan data
• Integritas pengujian
• Penyimpanan
• Keamanan
• Pemeliharaan
• Organisasi
• Pengambilan
Basis Data
           Basis Data adalah kumpulan informasi yang disimpan secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

A.    Tujuan Basis Data
Tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh/menemukan kembali data dengan mudah dan cepat
Di dalam penggunaan basis data, terdapat suatu tempat penyimpanan data tunggal yang dikelola.Tujuan yang lain sebagai berikut :
1.      Kecepatan dan Kemudahan(speed)
Yakni agar pengguna basis data bisa:
§  menyimpan data
§  melakukan perubahan/manipulasi terhadap data
§  menampilkan kembali data dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis).

2.      Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan.
Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dsb.
3.      Ketersediaan (Availability)
Agar data bisa diakses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/penghapusan data yang sudah tidak digunakan / kadaluwarsa untuk menghemat ruang penyimpanan.
4.      Kelengkapan (Completeness)
Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris data ataupun melakukan perubahan struktur pada basis data; yakni dengan menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru.
5.      Keamanan (Security)
Agar data yang bersifat rahasia atau proses yang vital tidak jatuh ke orang / pengguna yang tidak berhak, yakni dengan penggunaan account (username dan password) serta menerapkan pembedaan hak akses setiap pengguna terhadap data yang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan.
6.      Kebersamaan (Sharability)
Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai), dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).


B. Unsur-unsur Basis Data
1)  Entititas
     Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
     Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
2)  Field
     Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang
     siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
3)  Record
     Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
     menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
     Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi,
     Jl. Hati suci No 2 Kupang.
 4)  Data Value
      Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut
      disebut nilai data.
 5)  Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
      Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan
      entitas.
 6)  Management System ( DBMS )
     Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung,
     tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS.
     bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.

Perangkat Lunak Basis Data
Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
C.  Contoh penggunaan Aplikasi basis data :
    1)  Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
    2)  Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan
    3)  Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
    4)  Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan
.


D. Kelebihan Sistem Basis Data
1.    Terpusat dan Berbagi Data
User memasukkan dan menyimpan semua data di dalam satu komputer atau lebih. Tindakan itu mengurangi penggunaan kertas, file, folder, dan juga kemungkinan kehilangan atau kesalahan saat menempatkan data. Sekali data disimpan dalam komputer, banyak pengguna lain bisa mengaksesnya via jaringan komputer (publisher).
2.    Current Data
Pengguna bisa secara cepat memperbaharui data dan data yang tersedia siap untuk digunakan.
3.    Kecepatan dan Produktivitas
Pengguna bisa mencari, mengurutkan, me-retrieve, membuat perubahan, dan mencetak data secara mudah serta efisien, seperti halnya perhitungan menjumlahkan semua data dapat dilakukan secara cepat daripada jika harus melakukannya secara manual.
4.    Akurasi dan Konsistensi
Pengguna bisa merancang basis data untuk memvalidasi masukan data, serta untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan adalah valid dan konsisten. Data yang ada berlaku sama terhadap pengguna lainnya.
5.      Analisis
Sistem basis data bisa menyimpan, menjejaki, dan memproses isi data yang besar dari sumber yang berbeda. Sebagai contoh, Pengguna bisa menggunakan kumpulan data dari sumber yang bervariasi untuk menjejaki performa dari area bisnis untuk menganalisa atau untuk mengungkapkan trend bisnis.
6.      Keamanan
Admin bisa memproteksi basis data dengan penetapan daftar kata sandi (password) dan identitas pengguna yang diotorisasi. Keamanan memastikan bahwa pengguna hanya bisa melakukan operasi yang diizinkan saja.
7.      Pemulihan (recovery)
Kegagalan sistem tidak bisa diabaikan. Penggunaan basis data memungkinkan integritas data mengalami kegagalan. Sistem manajemen basis data menggunakan suatu log transaksi untuk memastikan bahwa data akan menjadi baik (pulih) saat admin menjalankannya kembali setelah terjadi crash.
8.      Transaksi
Konsep transaksi menyediakan suatu sistem mekanisme pemulihan kesalahan yang disamaratakan untuk memberikan konsekuensi atas kesalahan yang tidak terduga.





E. Kelemahan Sistem Basis Data
ü Memerlukan Hardware tambahan :
o  Kapasitas CPU yang lebih besar
o  Terminal yang lebih banyak
o  Alat komunikasi (multiuser)
ü Membutuhkan Listrik yang cukup besar
ü Menyediakan software/program untuk sistem basis data
ü Membutuhkan tenaga ahli (programmer)
ü Biaya (Cost) lebih besar untuk pembuatan, perawatan, dan pengelolaan sistem.
ü Kompleks dalam pembuatan sistem basis data : kerumitan tingkat tinggi dalam pembuatan program sistem basis data.
ü Backup yang cukup banyak memakan waktu, dan Prosedur Backup yang sulit.
ü Pemulihan (Recovery) sulit.
ü Jika terjadi kerusakan atau serangan pada sistem basis data, maka akan mempengaruhi kinerja dari sebuah instansi atau perusahaan. 










KESIMPULAN



 Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya, dan tersimpan dalam perangkat keras komputer serta menggunakan perangkat lunak untuk bantuan dalam mengoperasikannya.
 DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.
 Tujuan Merancang Basis Data  adalah untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya., memudahkan pengertian struktur informasi serta mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).




















DAFTAR PUSTAKA



Featured post

JASA PEMBUATAN WEBSITE

JASA PEMBUATAN WEBSITE "WEBSITE ANDA SIAP MELUNCUR HANYA DALAM WAKTU 48 JAM" Sebagai jasa pembuatan website profesional...